Senin, 31 Desember 2012

Right Now by Alex Band


Called you up in the middle of the night,
Had to talk, hear you telling me that everything’s alright.
See, I had this delusion I was losing you,
Just a nightmare, I could have sworn it was true,
Oh, what would I do?

You’re all that I’m wanting, I’m not giving up on you.

Right now, right now I’m here,
Right now, right now you’re here.
Right now, holding you close to me,
I know some things are made to be.

We can live along the shore,
There’s a cross of water underneath the stars,
I’ll give you anything you want, you want,
Just as long as you’ll always want me.
So, please,
Just feel alive, for we run out of time.
Let the time carry us into the moonlight,
Do you feel like I do, do you, do you, do you?
I’ve got everything that I could want now that I got you.

Right now, right now I’m here,
Right now, right now you’re here.
Right now, holding you close to me,
See that some things are made to be.

I’d fight that walls, into Heaven at Heaven’s doors.
I’d go through the dead of the Earth just to love and be loved in return.

Right now, right now I’m here,
Right now, right now you’re here.
Right now, where I wanna be.
Right now, right now.

I could swim this side alone,
God only knows that He’s being known
For the truth and love.

Right now, right now, where I wanna be,
Right now, right now, where I wanna be,
Right now, sat to see you with me.
‘cause some things, some things are made to be.

Masehi(Tahun Kelahiran Tuhan Kita), Kalender dari Zaman Romawi Kuno


Kalender Julius
Awalnya, sebelum tahun Masehi, manusia belum menggunakan kalender yang akurat, bahkan dari tempat asal Masehi, yaitu Romawi, Kalender yang digunakan masih Kalender Julius, yang memiliki 365 hari dan setiap 4 tahun ditambahi 1 hari sesuai dengan panjang waktu tropis, akan tetapi Julius Caesar membingungkan masyarakat Romawi dengan menambahkan 90 hari Era sebelum tahun 45 SM, dinamakan "era bingung", karena Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi, untuk lebih mendekati ketepatan pergantian musim. Penyisipan ini sedemikian cerobohnya sehingga bulan-bulan dalam kalender itu tidak lagi tepat. Akhirnya dengan saran Sosiogenes, seorang astronom dari Aleksandria, Caesar menetapkan kalendernya menjadi 12 bulan, masing-masing dengan jumlah hari tertentu seperti sekarang, dengan penetapan tahun kabisat setiap 4 tahun, dengan keyakinan bahwa panjang 1 tahun surya adalah 365,25 hari saat itu. Dengan cara ini setiap 128 tahun, kalender ini kebanyakan satu hari.
Kemudian kalender ini semakin disempurnakan lagi dan setelah 45 tahun, tepat pada tahun 1 Masehi, atau bagi sebagian orang tahun 0 Masehi, Kalender ini menjadi benar-benar sempurna dan dipatokkan pada hari kelahiran Tuhan Yesus, sehingga acara perayaan tahun baru biasa disebut sebagai perayaan “Kelahiran Tuhan Kita” tetapi Gereja-Gereja Ortodoks masih menganut kalender Julius yang lama, sehingga tanggal Natal berbeda dengan kebanyakan yang dipercayai oleh Orang Kristen.
Dalam Bahasa Indonesia, kalau sebelum masehi ya disingkat SM, nah kalau dalam bahasa Inggris, sebelum Masehi disebut sebagai BC, yaitu “Before Christ” artinya tahun-tahun sebelum masehi adalah tahun kegelapan di mana Kristus belum lahir.
Kenapa Indonesia menyebutnya Masehi? Kata Masehi berasal dari bahasa Arab yaitu Al-Masih(artinya membasuh atau membelai) nah hal ini juga ada hubungannya dengan nama Tuhan Yesus yang disebut sebagai Isa Al-Masih, karena kalender ini berasal dari Romawi dan sampai ke Indonesia melalui orang-orang Eropa, maka sebutan perayaan “Kelahiran Tuhan Kita” yaitu Isa Al-Masih, simplenya, kalender Julius dinamakan sebagai kalender Masehi, karena pengertian sebagai kalender yang berpatokan pada kelahiran Tuhan Kita(Al-Masih).

Kalender Penyempurnaan
Selain Kalender Julius, diusulkan pula sebuah kalender bernama Kalender Gregorius oleh Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia, dan disetujui oleh Paus Gregorius XIII, pada tanggal 24 Februari 1582. Penanggalan tahun kalender ini, berdasarkan tahun Masehi.
Kebanyakan masyarakat dunia barat memakai dua kalender, yaitu Kalender Gregorius dan Kalender Julius.
Kalender ini diciptakan sebagai penyempurnaan Kalender Julius yang dianggap kurang tepat, sebab dalam kalender Julius, satu tahun ada 365 hari 6 jam, sementara bumi selesai berevolusi 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik, berarti Kalender Julius akan kelebihan 7-8 hari tiap satu millennium, nah kalender Gregorius ini menetapkan tahun kabisat adalah tahun yang bisa dibagi dengan 100 dan bisa dibagi dengan 400, contoh: tahun 700, 1000, bukan kabisat; 1600, 800, adalah tahun kabisat.


disusun dan ditulis ulang by : Kristina Andita P. Kaaro

Memilih Pakaian yang Baik


Mau membeli pakaian nih? Hati-hati salah pilih! Kalau kamu mau membeli pakaian, sebaiknya baca dulu nih beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membeli pakaian:
  • KualitasMembeli pakaian kan nggak harus mahal, sebab pakaian yang mahal pun belum tentu bermutu bagus, bandingkan harga dan kualitas pakaian di satu toko dengan toko-toko lainnya, barulah kamu memilih yang terbaik. Selain itu pakaian yang berkualitas adalah pakaian yang terasa lembut dan nyaman di kulit, pastikan pula kain dari pakaian tersebut tidak mudah rusak, serta kancing-kancing atau resleting yang ada harus awet dan kuat.
  • SesuaiKalau mau membeli pakaian, menurutku sih karena kita orang Indonesia tinggal di cuaca tropis, sebaiknya belilah pakaian yang ada tulisannya “cotton 100%” nah, pakaian itu akan mudah menyerap keringat sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
  • Penggunaan BajuMaksudku adalah mengenai baju bekas, apabila kamu membeli baju bekas, maka sebaiknya baju dicuci terlebih dahulu dan jangan lupa pakai cuka ya… atau kalau kamu membeli baju di suatu tempat, hati-hatilah terhadap penjual yang agak curang, terkadang baju bekas yang dibungkus rapi pun akan dibilang sebagai baju baru.
  • Tidak ketatTujuan dari membeli pakaian yang longgar adalah agar kulit tidak ‘tergencet’ dengan pakaian dan menjadi merah sebagai akibatnya, dan terkadang jika terlalu ketat, maka akan menghalangi kelancaran peredaran darah, apalagi kalau membeli celana, kalau terlalu ketat, maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan menganggu kesehatan organ reproduksi yang menjadi lembab dan tertekan akibat celana yang kurang nyaman, terutama celana jeans yang kekecilan, sebaiknya jangan digunakan.
  • Pakailah yang pantasSebaiknya belilah baju yang pantas dipakai, atau dipakai sesuai pada tempatnya, misalnya baju yang minim atau terbuka, penggunaannya adalah di pantai, jangan menggunakannya pada saat jalan-jalan di mall.

Nah, sekian tips dari saya, semoga bermanfaat J

By : Kristina Andita P. Kaaro

Minggu, 30 Desember 2012

Tips Mencari Pakaian Murah


Mau berbelanja baju? Pingin murah, bermerk dan berkualitas?? Ini nih ada beberapa tips untuk kamu yang lagi sibuk-sibuknya cari pakaian:

  • Manfaatkan Diskon
    Kalau pakai cara ini, kamu mesti rajin-rajinnya browsing blog-blog atau website yang menyediakan penjualan baju, sekarang sih dengar-dengar ada aplikasi yang mengingatkan kamu kalau ada diskon, tetapi pada intinya adalah rajin update dan jangan lupa cek syarat dan ketentuannya, awas hati-hati ketipu sama syarat dan ketentuannya ya!
  • Diskon Hari Raya
    Mendekati hari raya, tentu banyak toko-toko yang menyediakan diskon besar-besaran, nah manfaatkan moment ini sebaik-baiknya ya! Dan biasanya nih, diskon besar itu terjadi pada saat akhir tahun, sebab para pihak department store menganggap mode tiap tahun yang terus berganti, mengakibatkan pakaian tahun itu ketinggalan zaman di tahun depan.
  • Midnight Sale!
    Salah satu department store yang memberikan diskon mendekati malam adalah Matahari, di department store ini, mendekati jam tutupnya, akan diberikan diskon sebesar 20%! Lumayan kan? Nggak ketinggalan juga Ramayana yang memberikan diskon mendekati jam tutupnya, mulai dari 5%-50% tergantung pihak managernya.
  • Bandingkan harga dan produk!
    Sebelum membeli pakaian, bandingkan terlebih dahulu harga yang ada, jangan sampai nanti akhirnya menyesal gara-gara salah beli atau beli kemahalan, memang butuh energy banyak dan proses agak lama, tapi daripada menyesal??
  • Nggak mode!
    Well, yang satu ini mungkin kamu nggak bakalan terlalu suka, sebab kalau menurutku, pakaian kan nggak harus selalu mengikuti mode yang ada, bisa saja kamu membeli mode kuno dan didekorasi sendiri sesuai kreativitasmu, sebab pakaian-pakaian yang ketinggalan mode biasanya dijual dengan harga yang lebih murah oleh para penjual, tapi kalau mau pakai trik ini, jangan lupa bandingkan harga terakhirnya! Maksudku, misalnya kamu mengkombinasikan kemeja dengan jaket, jumlah harga keduanya usahakan jangan lebih mahal daripada yang mode sekarang dan lebih bagus.

Nah, sekian trik dari aku, semoga bermanfaat :)

By : Kristina Andita Pradani

Efesus, Sejarah Kota Indah yang Dipersembahkan Pada Dewi Artemis



Efesus adalah sebuah kota kuno taraf internasional. Terletak pada muara Kaistros di Asia Kecil. Kira-kira tahun 1000 sebelum Masehi didiami oleh para imigran dari Ionia. Kemudian bisa berkembang menjadi kota perdagangan yang kaya dan bernilai budaya tinggi. Sejak tahun 133 sebelum Masehi menjadi pusat propinsi Romawi di Asia. Kenisah dewi Artemis dengan arca dewi itu termasuk bilangan mujizat dunia sejak dari zaman kuno (Kisah Para Rasul 19:35)
Dalam Kisah Para Rasul 19:35 bagian yang terakhir, dikatakan bahwa para masyarakat Efesus percaya jika patung dewi Artemis turun dari langit, padahal patung-patung tersebut dibuat oleh para tukang-tukang, coba lihat di Kisah Para Rasul 19:24-25.
Di kota Efesus, dipercaya sebagai kota untuk dewi Artemis, bahkan mistik yang menyebar di masyarakat kota ini sudah menjadi sangat kuat dan sangat mendalam, bahkan bisa saja dikatakan bahwa hampir sebagian penduduknya adalah tukang-tukang sihir, dibuktikan dalam pembakaran kitab-kitab sihir yang bernilai super mahal dan super banyak di Efesus. Tempat yang terkenal di Efesus adalah kuil dewi Artemis yang mahabesar.
Dewi Artemis adalah dewi orang-orang Efesus yang kemudian disamakan dengan dewi Artemis orang Yunani dan Diana dari Romawi. Patungnya berupa sebuah tubuh yang berbuah dada banyak dan berkepala seorang wanita, dengan sebongkah batu besar sebagai ganti kaki.
Kuil yang pertama mungkin dibangun sekitar abad yang keenam SM, tetapi belum selesai hingga tahun 400 SM. Ia dibakar sampai rata ke tanah pada tahun 356 SM dan digantikan oleh bangunan yang lebih baru dan lebih besar, 425 kaki kali 225 kaki, yang disokong oleh sumbangan dari seluruh Asia. Ia dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia dan dikunjungi oleh banyak peziarah yang akan beribadat dalam tempat pemujaannya.
Kota Efesus merupakan salah satu daerah pemukiman yang tertua di pantai sebelah barat Asia Kecil dan kota yang paling menonjol di propinsi Romawi di Asia, Kota ini adalah salah satu dari dua belas kota anggota Liga Ioniapada masa Yunani Klasik. Pada masa Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma.
Efesus memiliki populasi sejumlah lebih dari 250.000 orang pada abad ke-1 SM, yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia. Asal mula kota ini tidak pernah diketahui, tetapi dalam abad kedelapan SM ia merupakan wilayah pemukiman yang menonjol dan sudah lama diambil alih oleh bangsa Yunani. Ia terletak sekitar tiga mil dari pantai di tepi Sungai Kayster, yang pada waktu itu dapat dilayari, sehingga Efesus merupakan kota pelabuhan. Lembah Sungai Kayster melandai sampai jauh ke pedalaman hingga digunakan sebagai jalur perjalanan kafilah ke Timur.
Dari Efesus ada jalan- jalan raya yang menghubungkannya dengan semua kota-kota besar lainnya di propinsi itu serta jalur-jalur perniagaan yang menghubungkannya dengan wilayah utara dan timur. Ia merupakan pos yang strategis untuk mengabarkan Injil, karena para pekerja dari Efesus mempunyai hubungan dengan seluruh wilayah pedalaman Asia.


Efesus di Zaman Kuno
Sekitar 650 tahun sebelum masehi, Efesus pernah diserang oleh Cimmerians(masyarakat Indo-Eropa kuno yang mendiami sisi utara Caucacus) yang menjarah Efesus sampai menghabiskan isi dari kuil dewi Artemis
560 tahun sebelum masehi, kota Efesus kembali ditaklukkan oleh Lidia dan berada di bawah pemerintahan raja Croesus, yang memerintah dengan kasar tetapi beliau ikut menyumbang dalam pembangunan kembali kuil dewi Artemis, dan pada waktu yang bersamaan, raja Croesus mengumpulkan penduduk Efesus yang tersebar menjadi satu dan membangun kota Efesus

Efesus di Periode Klasik
Efesus berkembang semakin makmur, tetapi pada saat kota Efesus tertekan oleh pajak yang memberatkan mereka di 498 tahun sebelum masehi, Efesus ikut memberontak bersama dengan persatuan pemberontak di Asia kecil melawan kekuasaan Persia.
Mereka disebut sebagai lonians, dan tidak lama kemudian, Athena dan Sparta ikut dalam penyerangan mereka melawan Persia di 497 tahun sebelum masehi.
Tetapi perang dan penjajahan tidak banyak member efek pada kehidupan warga Efesus, kehidupan di Efesus malah semakin maju dan warga Efesus menjadi salah satu kehidupan manusia yang lebih dulu menghargai wanita setelah suku Amazon.

Efesus di  Periode Hellenistic
334 tahun sebelum Masehi, ketika Alexander Agung mengalahkan Persia, kota-kota yang direbut Persia (Asia kecil dan Yunani) dibebaskan dan keluarga kerajaan dirajam sampai mati.
Alexander Agung disambut hangat ketika memasuki kota Efesus dan berniat membiayai pembangunan kuil Artemis yang belum selesai-selesai, tetapi warga Efesus keberatan akan hal itu.
Setelah Alexander Agung mati di 323 tahun sebelum masehi, di 290 tahun sebelum masehi, Efesus dikuasai oleh Alexander Lysimachus
Efesus memberontak setelah kematian Agathocles, memberikan raja Helenistik Suriah dan Mesopotamia Seleukus I Nicator kesempatan untuk menghapus dan membunuh Lysimachus, saingan terakhirnya, pada Pertempuran Corupedium di 281 SM.
Jadi, Efesus menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus. Setelah pembunuhan Raja Antiochus II Theos dan istri nya Mesir, Firaun Ptolemy III menginvasi Kekaisaran Seleukus dan armada Mesir menyapu pantai Asia Kecil. Efesus berada di bawah kekuasaan Mesir antara 263-197 SM.
Ketika Seleukus Antiokhus III Raja Agung mencoba untuk mendapatkan kembali kota-kota Yunani di Asia Kecil, ia datang dalam konflik dengan Roma. Setelah serangkaian pertempuran, ia dikalahkan oleh asiaticus Scipio pada Pertempuran Magnesia di 190 SM. Akibatnya, Efesus berada di bawah kekuasaan raja Attalid dari Pergamon Eumenes II (197-133 SM).

Efesus di Periode Romawi
Di sekitar 88 tahun sebelum masehi, Efesus menjadi salah satu kota di Republik Romawi, pajak semakin meningkat dan tekanan hidup warga Efesus menjadi semakin berat, Efesus menyambut kedatangan Archealus, jendral dari raja Pontus yang diharapkan membawa perubahan, dan hal ini mengakibatkan pembantaian 80.000 warga Roma di daerah Asia dan setiap orang yang diketahui memakai aksen Latin.
Di 27 tahun sebelum masehi, ketika kaisar Augustus memerintah, ia membuat Efesus menjadi kota ibukota menggantikan Pergamus dan membangun kota ini.

Efesus di Era Byzantine
Kaisar Constantine 1 membangun Efesus dan mendirikan pemandian umum yang megah.
Efesus tetap menjadi kota penting pada era Byzantine, hal ini didukung pula dengan adanya pelabuhan di Efesus yang menjadi pusat perdagangan

Efesus di Era Turki
Efesus berhasil ditaklukkan pada masa Perang Salib dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Ottoman pada tahun 1390


Lain-lain mengenai Efesus di masa modern
Efesus diyakini sebagai kota “Seven Sleepers” yaitu orang-orang yang dianiaya akibat percaya pada Tuhan dan memberitakan kabar sukacita atau Firman Tuhan pada jemaat Efesus, kemudian mereka bersembunyi di sebuah gua saat dikejar-kejar musuh dan tertidur selama berabad-abad, kisah ini dianggap suci oleh masyarakat Katolik, Kristen Ortodoks dan kisahnya bahkan dicatat dalam Al-Quran