Minggu, 13 Januari 2013

Kepercayaan Masa Lampau di Indonesia


Kepercayaan Awal di Masyarakat Indonesia
Sebelum ada pengaruh dari Hindu, Budha, Islam dan Kristen Katolik, rupanya masyarakat Indonesia memiliki kepercayaan dari nenek moyang.
Seperti yang kita tahu dan yang biasanya dikenal oleh kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang ini, kepercayaan Indonesia di masa lampau adalah anismisme dan dinamisme, padahal ada satu lagi kepercayaan, yaitu totemisme dan mungkin sekarang ketiga hal tersebut masih ada.
Tetapi apakah kamu tahu apa itu Animisme, Dinamisme, dan Totemisme?

  • Animisme
    Kepercayaan yang memuja arwah nenek moyang dan menganggap setiap benda baik hidup maupun mati memiliki roh atau jiwa dan memiliki kekuatan gaib sehingga sangat ditakuti dan dihormati
  • Dinamisme
    Berasal dari kata Dinamo yang artinya kekuatan. Agak mirip Animisme, kepercayaan ini mempercayai bahwa ada beberapa benda baik hidup maupun mati yang membawa keberuntungan dan malapetaka bagi pemiliknya.
  • Totemisme
    Adanya anggapan bahwa binatang-binatang memiliki roh atau jiwa karena manusia melihat binatang-binatang yang lebih kuat dan ganas daripada mereka.


Oleh : Kristina Andita P.Kaaro

Sabtu, 12 Januari 2013

Tentara Pembela Tanah Air(PETA)

Pengertian PETA
PETA adalah singkatan dari Pembela Tanah Air, PETA adalah salah satu bentuk gerakan perlawanan Indonesia terhadap penjajahan Jepang tanggal 3 Oktober 1943, PETA juga merupakan usaha Jepang untuk memperkuat pertahanannya dalam perang dunia ke II. Indonesia memanfaatkan keinginan Jepang ini dan kekecewaan tentara PETA untuk membentuk tentara-tentara terlatih dan mendapatkan amunisi.
Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat(BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI. Karena hal ini, PETA banyak dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia.

Pembentukan Pembela Tanah Air (PETA)
Pembentukan PETA dianggap berawal dari surat Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang.
Rencana perlawanan PETA sendiri sesungguhnya datang dari akumulasi kekecewaan para kadet PETA terhadap Jepang. Di lapangan, mereka kerap menjumpai tindak sewenang-wenang tentara Jepang kepada pribumi, sementara dalam latihan ketentaraan, Jepang selain keras juga melakukan diskriminasi, seperti keharusan menghormat tentara Jepang meski pangkatnya lebih rendah.

Perlawanan PETA Terhadap Jepang
Adalah Supriyadi yang menjadi motor rencana perlawanan. Sebetulnya ia hanya seorang Shudanco (komandan peleton). Atasannya masih ada Cudanco (komandan kompi) Ciptoharjono dan Daidanco (komandan batalyon) Soerahmad. Namun, tak bisa dipungkiri, inisiatif dan otak perlawanan ada di tangan Supriyadi. Ia menggandeng beberapa rekan Shudanco yang sepaham.
Syahdan pada 9 Februari 1945, Supriyadi menemui guru spiritualnya, Mbah Kasan Bendo. Ia mengutarakan maksud untuk melawan Jepang. Konon, saat itu Kasan Bendo memintanya untuk bersabar dan menunda gerakan hingga 4 bulan. “Tapi kalau ananda mau juga melawan tentara Jepang sekarang, saya hanya dapat memberikan restu kepadamu, karena perjuanganmu itu adalah mulia.”
Pesan itu disampaikan Supriyadi kepada rekan-rekannya. Setelah sempat menemui pimpinan PUTERA, Soekarno dan gagal mendapat restu, Supriyadi mengadakan rapat terakhirnya 13 Februari 1945 di kamar Shudanco Halir Mangundjidjaja. Hadir Shudanco Moeradi, Chudanco Ismangil, Bundanco Soenanto dan Bundanco Soeparjono. Hasilnya, perlawanan akan dilakukan besok. Mereka masing-masing tahu risikonya bila gagal, paling ringan disiksa dan paling berat hukuman mati.
Pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan PETA di Blitar di bawah pimpinan Supriadi melakukan sebuah perlawanan. Perlawanan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat perlawanan, baik dari satuan PETA sendiri maupun Heiho. Supriadi, pimpinan pasukan pemberontak tersebut, menurut sejarah Indonesia dinyatakan hilang dalam peristiwa ini. Akan tetapi, pimpinan lapangan dari perlawanan ini, yang selama ini dilupakan sejarah, Muradi, tetap bersama dengan pasukannya hingga saat terakhir. Mereka semua pada akhirnya, setelah disiksa selama penahanan oleh Kempeitai (PM), diadili dan dihukum mati dengan hukuman penggal sesuai dengan hukum militer Tentara Kekaisaran Jepang di Eevereld(sekarang pantai Ancol) pada tanggal 16 Mei 1945.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, berdasarkan perjanjian kapitulasi Jepang dengan blok Sekutu, Tentara Kekaisaran Jepang memerintahkan para daidan batalion PETA untuk menyerah dan menyerahkan senjata mereka, dimana sebagian besar dari mereka mematuhinya. Presiden Republik Indonesia yang baru saja dilantik, Sukarno, mendukung pembubaran ini ketimbang mengubah PETA menjadi tentara nasional, karena tuduhan blok Sekutu bahwa Indonesia yang baru lahir adalah kolaborator Kekaisaran Jepang bila ia memperbolehkan milisi yang diciptakan Jepang ini untuk dilanjutkan.

oleh : Kristina Andita P.Kaaro

Kamis, 10 Januari 2013

Secret

by: One Republic


Intro:
D, D/G, D,F# , D/A

Verse 1

               D
I need another story
                  D/G
Something to get off my chest
                    D/F#
My life gets kinda boring
                       D/A
Need something that I can confess

             D/E
Til' all my sleeves are stained red
              D/A
From all the truth that I've said
           D/G
Come by it honestly I swear
                  D/E
Thought you saw a wink, no
                  D/A
I've been on the brink, so

*Chorus
                   D
Tell me what you want from here
                     D/G
Something that were like those years
            D/F#
Sick of all the insincere
                  D/A      D/E
So I'm gonna give all my secrets away
       D                        D/G
This time, don't need another perfect line
                             D/F#
Don't care if critics never jump in line
               D/A      D/E
I'm gonna give all my secrets away

Verse 2

    D                  D/G
My god, amazing how we got this far
                        D/F#
It's like we're chasing all those stars
                    D/A
Who's driving shiny big black cars
           
           D
And every(day) I see the news
           D/G            
All the problems that we could solve
              D/F#
And when a situation rises
                       D/A
Just write it into an album
          D/E
Singing straight, too cold
                D/A
I don't really like my flow, no, so

*Chorus


Bridge
     D/E                         D/A
Oooh,    got no reason, got not shame
        D/G          D/E
Got no family I can blame
           D/F#      D/A
Just don't let me disappear
                  D/E
I'mma tell you everything

*Chorus

All my secrets away, All my secrets away

Sabtu, 05 Januari 2013

Stefano Lilipaly, Sebentar Lagi Ulang Tahun


10 Januari
Tanggal 10 Januari merupakan hari ulang tahun dari Stefano Lilipaly yang lahir di tahun 1990, dia adalah pemain sepak bola Belanda yang memiliki garis keturunan dari Indonesia lho! Hebat ya…
Saat ini dia bermain untuk Almere City di Eredivisie. Dia pernah mewakili Belanda U-15 hingga U-18, namun berkeinginan membela timnas senior Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai gelandang serang.

Stefano Lilipaly
Pemilik nama lengkap Stefano Janite Lilipaly ini memiliki ayah(Ron Lilipaly) yang merupakan orang Indonesia sementara ibunya(Adrianna) adalah warga Belanda, Stefano sudah mulai bermain sepak bola sejak umur 7 tahun di klub amatir DCG. Dia sempat pindah ke tim junior AZ Alkmaar sebelum bergabung dengan tim junior FC Utrecht.
Sejak tahun 2009 dia berhasil mendapatkan tempat di Jong FC Utrecht, tim junior level kedua di bawah tim senior. Di musim pertamanya di Jong FC Utrecht, dia sukses mencetak 8 gol, termasuk satu gol di pertandingan debutnya.
Sabtu 6 Agustus 2011 merupakan hari bersejarah bagi Stefano Lilipaly. Pemain calon naturalisasi yang mengidolakan Andres Iniesta ini menjalani laga perdana di liga utama Belanda, de Eredivisie. Bersama klubnya FC Utrecht ia bertandang ke VVV Venlo yang berakhir imbang tanpa gol. Walaupun baru diturunkan di menit 77' namun Stefano sangat gembira dengan penampilan perdananya.
Dia pernah membela Belanda U-15 hingga U-18, namun menyatakan lebih memilih Indonesia untuk level senior.
Tetapi di tahun 2012 yang lalu, Stefano Lilipaly menolak kontrak dari FC Utrecht dan menemukan klub baru bernama Almire City, Lilipaly merasa kurang mendapat kepercayaan di skuat utama Utrecht sehingga mempertimbangkan tawaran klub lain, seperti dari Belanda, Skotlandia, dan Belgia. Pilihan akhir ditetapkan pada Almere, klub termuda profesional Belanda itu.
Lilipaly dikontrak hingga Juni 2014. Kepastian kontrak baru itu membuatnya satu tim dengan pemain berdarah Indonesia lainnya, Leroy Resodihardjo.

Akhir-akhir ini
Well, PSSI sekarang pun sedang meminta kehadirannya di Indonesia, tetapi ia masih tersandung masalah paspor. Kabarnya dia membutuhkan waktu yang agak banyak(ribet maksudnya) untuk mengurus paspor, jadi dia mungkin tidak bisa ikut melawan Irak pada 6 Februari 2013. Lilipaly baru bisa memperkuat timnas saat melawan Arab Saudi pada 22 Maret 2013
Namun, gelandang klub Eerste Divisie (Divisi Dua Belanda), Almere City ini tidak bisa tampil untuk Indonesia, karena tidak mendapat izin dari klubnya untuk mengikuti pemusatan latihan jangka panjang. Sedangkan Eerste Divisie kembali bergulir pada 18 Januari 2013 setelah libur musim dingin.

Vanila Twilight-Owl City


The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

'Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
'Cause I wish you were here

I'll watch the night turn light-blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn't so bad
'Til I look at my hands and feel sad
'Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
'Cause cold nostalgia
Chills me to the bone

But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist-deep in thought because
When I think of you I don't feel so alone

I don't feel so alone, I don't feel so alone

As many times as I blink
I'll think of you tonight
I'll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again

And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh, if my voice could reach
Back through the past
I'd whisper in your ear
Oh darling, I wish you were here