Rabu, 05 Oktober 2011

Definisi Singkat Syaraf

Syaraf tersebar di seluruh bagian tubuh, kecuali kuku dan rambut. Syaraf berbentuk seperti serabut-serabut halus yang menghantarkan listrik, tetapi jika diamati lebih teliti lagi, antara syaraf satu dengan syaraf yang lain tidaklah bersambungan, melainkan ada sedikit rongga kecil di antara serabut-serabut tersebut.
Syaraf memiliki sebuah ekor yang panjang dan biasa disebut dengan akson, di akson terdapat rongga-rongga yang disebut Nodus Ranvier dan di ujung akson terdapat beberapa cabang-cabang untuk menghubungkan antara syaraf yang satu dengan yang lain meski tidak sepenuhnya terhubung dan biasa disebut dengan terminal.
Di ujung akson ini terdapat cairan kimia yang akan merubah hantaran listrik atau rangsangan menjadi zat kimia yang nantinya akan dengan cepat diteruskan menuju ke otak, sehingga kita mengetahui adanya rangsangan.
Tetapi, ada beberapa kasus yang aneh menunjukkan bahwa seseorang yang terluka, tidak merasakan luka tersebut sampai ia melihatnya, mengapa? Hal ini mungkin dikarenakan sistem syaraf yang rusak, kemungkinan besar adalah di daerah luka tersebut terjadi, tetapi ada juga kemungkinan salah satu sel syaraf lain yang menyalurkannya ke otak telah terjadi kerusakan.
Hal demikian akan segera diperbaiki oleh tubuh dalam waktu kurang lebih 24 jam jika kita banyak mengkonsumsi sayur dan buah bervitamin tinggi.
Pernakah kamu merasa sakit saat melihat luka tetapi rasa sakitnya hilang ketika kamu mencoba mengabaikannya? Hal demikian terjadi karena sistem syaraf bawah sadar atau yang biasa dikenal alam bawah sadar, mengendalikan alam sadar karena ia lebih kuat, sehingga ketika kita meyakinkan diri kita sendiri bahwa luka itu tidak ada, maka luka tersebut tidak akan terasa perih meskipun masih mengucurkan darah, tetapi hal itu juga tergantung seberapa kuat kamu menggunakan imajinasimu, karena sistem bawah sadar hanya sebagian kecil orang saja yang mampu mengendalikan sebagian kecil dari sistem alam bawah sadar.
:)


By : Kristina Andita Pradani

Mengenal Darah


Darah yang sebagian besar orang tahu adalah berwarna merah dan belum mengetahui bahwa darah tidak hanya sel darah merah saja, tetapi terdapat 3 bagian darah, yaitu :
  1. Eritrosit (sel darah merah)
Eritrosit berwarna merah dan mengandung hemoglobin, memiliki inti sel dan berbentuk bulat pipih, kedua sisinya cekung dan bukan cair seperti yang terlihat oleh mata telanjang.
Eritrosit dalam tubuh orang normal berjumlah 5 juta/mm kubik , eritrosit disusun di sum-sum merah tulang dan berfungsi untuk mengikat oksigen dengan hemoglobin yang dimilikinya lalu menyebarkannya ke seluruh tubuh dan ke otak.
Setelah 120 hari, eritrosir akan rusak dan dirombak ke dalam hati dan limpa, hemiglobinnya dibawa ke hati untuk dijadikan zat warna empedu (bilirubin)
  1. Leukosit (sel darah putih)
Berbeda dengan eritrosit, leukosit tidak memiliki warna tetapi memiliki inti sel dan dapat berubah-rubah bentuk, leukosit dapat bergerak ameboid dan dapat keluar menempus dinding kapiler(diapedisis) untuk melawan kuman-kuman yang ada dalam tubuh, karena kuman tidak selalu berada di dalam pembuluh darah.
Dalam tubuh orang yang normal, terdapat sekitar 8000/mm kubik, tetapi jika ada virus, leukosit diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak dan cepat di sum-sum merah, limpa dan kelenjar getah bening, fungsi yang biasa diketahui adalah melawan kuman dan bakteri, tetapi sel darah putih ini juga melawan benda asing yang tidak bersahabat seperti bahan kimia atau obat kemoterapi yang terkadang dilawan oleh leukosit.
Sel-sel darah putih yang mati bersama kuman-kuman yang dilawannya akan membentuk nanah dan sebagian lagi berbentuk dahak yang ada di tenggorokan ketika manusia bangun di pagi hari

  1. Trombosit
Trombosit juga tidak berwarna, tidak berinti, dan bentuknya tidak teratur, jumlahnya dalam tubuh orang normal sekitar 250 ribu/mm kubik dan tempat pembentukannya berada di sum-sum merah tulang.
Fungsi trombosit adalah untuk pembekuan darah pada saat terjadi luka baik di dalam maupun di luar tubuh.
Dan saat luka terjadi, trombokinase dan ionca akan mengubah protombin menjadi trombin yang akan menguraikan fibrinogen menjadi fibrin (benang-benang penutup luka)

Kondiluma Akuminala


Disebabkan oleh virus Humanus Papilloma Virus (HPV) dan biasa disebut Jengger ayam atau Bronding Jagung.
Penyakit ini menyerang manusia pada usia sekitar 17-33 tahun melalui kontak langsung seperti penularan Skabies, yaitu melalui handuk, selimut, garpu, sendok, dll yang digunakan penderita digunakan oleh orang lain tanpa dicuci bersih dahulu, maka orang tersebut akan tertular Kondiloma Akuminala.
Penyakit ini ternyata juga dapat menular melalui air liur, bersentuhan dan hubungan seksual, baik yang wajar, oral sex ataupun anal sex.
Gejala yang timbul dari penyakit ini adalah:
  1. Pada laki-laki, akan ada bintil-bintil kecil yang berkelompok dan lama-kelamaan menjadi besar di ujung penis, sementara pada wanita, hal itu akan ada di vagina, labim, mayor dan klitoris
  2. Keluar cairan yang berwarna putih, cair mirip lendir dan membuat alat kelamin terasa gatal
  3. Rasa nyeri dan panas pada saat berhubungan seksual
Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik pada waktu yang tepat dan obat dokter.
Cara agar tidak tertular Skabies adalah dengan setia pada pasangan dan memeriksakan kesehatan pasangan sebelum beranjak ke pelaminan / pernikahan

Kanker Serviks


Biasa disebut juga kanker leher rahim dan merupakan salah satu pembunuh mematikan wanita selain penyakit jantung.
Kanker Serviks disebabkan oleh virus HPV (Human papillomavirus) yang bersarang di leher rahim
Tercatat di departemen kesehatan Indonesia, ada sekitar satu wanita meninggal tiap satu jam karena kanker serviks yang diakibatkan karena tidak menjaga kebersihan alat kelamin sehingga bakteri yang ada memicu terbangunnya sel kanker dan menyerang serviks atau leher rahim.
Faktanya, ada jutaan wanita di dunia terkena kanker serviks ini juga karena ketidakbersihan pasangan seks nya, sehingga membuat sel kanker dalam tubuh wanita terbangun dan menyerang bagian leher rahimnya.
Leher rahim merupakan penghubung antara vagina dengan rahim dan merupakan bagian sempit di bawah rahin.
Gejala kanker serviks tidak terlalu kelihatan di stadium dini dan dianggap sebagai ’silent killer’ meski terkadang ada gejalanya juga seperti keputihan atau mengeluarkan darah setelah berhubungan intim, tetapi gejala ini sangat jarang terjadi, selain itu akan ada cairan kekuningan yang berbau di sekitar alat kelamin.
Penularannya yang tercepat adalah melalui hubungan seks dan penularan melalui benda-benda di sekitar vagina, contohnya adalah tangan yang terdapat virus ini, kemudian dimasukkan atau bersentuhan dengan vagina, maka orang itu akan terkena kanker serviks.
Cara mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan di daerah di sekitar vagina dan berhati-hati pada toilet/wc umum yang kemungkinan telah terkena HPV.
Tidak merokok dan banyak mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat diyakini dapat mencegah penyakit ini.
Ada cara untuk mengetahui kanker serviks, adalah melalui IVA (Inspeksi Visual) dengan cara mengoleskan leher rahim dengan asam asetat, kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih, jika tidak, berarti orang tersebut tidak menderita kanker serviks.
Cara lain yang dianggap lebiha akurat adalah dengan mengambil sel-sel di leher rahim atau memeriksa leher rahim agar diketahui apakah ada sel kanker yang berkembang atau tidak.
Pengobatan kanker serviks dapat dilakukan dengan pemotongan atau penghilangan bagian-bagian yang terkena kanker hingga pengangkatan rahim yang artinya wanita tidak akan bisa hamil lagi, tetapi cara ini juga terkadang telah sia-sia karena yang namanya penyakit akan terus menjalar ke seluruh tubuh hingga cara terakhir adalah kemoterapi.
Tetapi jika kanker yang telah hilang oleh kemoterapi datang kembali, maka kanker itu akan semakin kebal akan obat-obat yang digunakan, sehingga kemoterapi terkadang menjadi tidak manjur lagi

Sifilis (Raja Singa)


Merupakan penyakit seksual menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Penularan penyakit ini biasanya melalui kontak seksual, tetapi dapat juga melalui kontak langsung seperti penularan dari ibu pada anak melalui uterus.
Karena banyaknya gejala dan kelainannya yang berbeda-beda antara penderita satu dengan penderita yang lain, Sifilis sulit untuk dideteksi, karena ciri-cirinya meniru penyakit lain dan membuat pengobatannya menjadi tidak akurat, tetapi semenjak perkembangan tes serologikal, penyakit ini mulai dapat dideteksi dengan akurat dan masih terus dikembangkan lagi agar menjadi lebih akurat.
Menurut data departemen kesehatan Indonesia, penderita Sifilis mencapai angka 5.000-10.000 kasus per tahun dan tiga per lima yang tertular adalah laki-laki.
Bila penyakit ini tidak segera dideteksi dan mendapat pengobatan yang tepat dan akurat, maka efeknya akan sangat parah yaitu, kerusakan pada jaringan saraf, jantung dan kerusakan pada sistem otak, maka penderita Sifilis harus segera membawa pasangan seksualnya untuk berobat ke dokter sebelum terlambat.
Penderita Sifilis baru akan mengatahui gejalanya setelah 3-4 minggu masa tenang (tergantung daya tahan tubuh) Ciri-ciri penderita Sifilis adalah timbulnya benjolan pada alat kelamin dan terkadang disertai pusing, nyeri tulang dan demam yang tiba-tiba sembuh sendiri tanpa diobati. Kemudian adanya bercak-bercak merah pada tubuh setelah 6-12 minggu berhubungan seks dengan penderita Sifilis dan mendadak hilang dengan sendirinya.
Sekitar 2-3 tahun pertama, penyakit ini tidak menyerang atau menunjukkan gejala apapun dan biasa disebut masa laten dan baru menyerang setelah 5-10 tahun dan merusak susunan syaraf, pembuluh darah dan jantung.
Bayi juga dapat tertular penyakit Sifilis dari ibunya dan bayi ini akan lahir dengan kerusakan limpa, hati, kulit dan terkadang juga keterbelakangan mental.
Bakteri Treponema pallidium ini berukuran lebih kecil dari bakteri-bakteri lainnya dan berasal dari famili spirochaetacae hanya dapat menular dari hubungan darah, oral sex dan hubungan sex yang wajar ataupun melalui anus, tetapi tidak seperti penyakit AIDS, penyakit ini tidak menular melalui handuk, pegangan pintu, tempat duduk WC, dan gelas penderita Sifilis.
Sifilis dapat dibagi menjadi beberapa stadium yaitu:
  1. Stadium pertama
Munculnya luka kemerahan dan basah di daerah vagina(perempuan) penis (laki-laki), poros usus atau mulut, muncul di tempat pertama kali masuknya bakteri ini ke dalam tubuh seseorang dan di stadium ini, penyakit dapat menular dengan ganas
  1. Stadium kedua
Jika tidak segera diobati, maka akan terjadi ruam terutama di bagian telapak kaki dan tangan, lama kelamaan akan terjadi luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan dan vagina, gejalanya akan mirip seperti penyakit flu
  1. Stadium tiga
Para penderita yang tidak segera diobati akan memasuki masa laten, sebuah masa di mana penderita Sifilis tidak merasakan gangguan dan bisa juga disebut masa tenang
  1. Stadium empat
Penderita biasa disebut Sifilis tersier, bakteri telah tersebar ke seluruh tubuh dan akan merusak otak, syaraf, jantung dan tulang.
Sifilis mempermudah masuknya virus HIV masuk melalui luka yang dialami oleh penderita.
Pengobatannya dapat dilakukan dengan penyuntikan penisilin atau antibiotik lainnya, karena menurut dokter, perawatan melalui pil kurang efektif karena penderita terkadang telat atau terlalu cepat meminum obat dan terkadang tidak menyelesaikan pengobatannya.
Sementara cara paling efektif adalah penyuntikan procaine penisilin di setiap pantat dan dijadikan setengah dosis tiap pantat dan ini adalah cara terlama mengobati Sifilis tetapi paling efektif.
Cara lainnya adalah pemberian kapsul azithromycin lewat mulut, tetapi berisoko gagal, karena beberapa jenis Sifilis kebal terhadap obat ini